Mengetahui tentang seks melalui pornografi dapat merusak pikiran anak dan memberi ide yang tidak sehat tentang seks. Ketika mereka tumbuh dewasa, mereka mengharapkan kehidupan seks mereka menjadi serupa dengan pornografi yang mereka tonton.
Selain itu, ini dampak buruk pornografi pada anak setelah dewasa yaitu dapat mendorong anak untuk bertindak seksual terhadap anak-anak lainnya.
Anak-anak sering meniru apa yang mereka lihat, baca, atau dengar. Studi menunjukkan, paparan pornografi dapat mendorong anak-anak untuk bertindak secara seksual terhadap anak yang lebih muda, baik saat masih remaja maupun dewasa.
LALU?
Bangkitkan fitrah seksualitasnya.
Membangkitkan fitrah seksualitas dapat diawali dengan mengenalkan identitas seksual, peran seksual, bahkan mengajarkan anak untuk melindungi dirinya dari kejahatan seksual. Membangkitkan fitrah seksual anak secara bertahap sesuai umur akan membantu anak-anak menghadapi gempuran pornografi yang memang sulit dibendung. Banyak media yang bisa kita manfaatkan untuk media edukasi guna memberikan imun pada anak-anak agar kebal dari virus pornografi.
Dari semua ikhtiar yang kita lakukan, kuncinya utama dalam pelaksanaannya adalah adanya rasa kepercayaan antara anak dan orang tua.
(1.) Apa ada cara untuk mengobati jika anak terkena pornografi?
Jawaban :
(a.) Langkah Pertama : ingat prinsip dasar ini
- Tenang
- Jangan panik
- Bermusyawarah dengan pasangan
- Ingatlah anak amanah Allah pada kita, mereka bisa jadi : permata hati, ujian dan musuh
- Takutlah pada Allah jika meninggalkan anak dalam keadaan lemah
- Terima kenyataan, maafkan, jangan marah, minta ampunkan
(b.) Mari Berkomunikasi dengan Anak
- Cari waktu yang tepat untuk mengajak anak berbicara
- Turunkan frekuensi saat berbicara
- Baca bahasa tubuh, dengarkan perasaan, dan bicara dengan Benar, Baik, dan Menyenangkan kepada anak
- Gunakan kalimat bertanya agar anak belajar Berpikir, Memilih, dan Mengambil Keputusan (BMM)
(c.) Tanyakan ke anak 8 pertanyaan ini :
1. Kapan pertama kali kamu melihat pornografi?
2. Bagaimana kejadiannya?
3. Apa yang kamu rasakan?
4. Apa yang kamu lakukan setelah melihat itu?
5. Berapa lama kemudian kamu melihatnya lagi?
6. Kapan terakhir kali?
7. Sekarang apa yang kamu rasakan?
8. Apakah kamu merasa perlu bantuan Ayah/Ibu?
(2.) Jika kita menemukan dilingkungan kita anak2 yg terindikasikan seperti itu kita harus gmn ya?
Jawaban :
(a.) Beri tahu orang tua/wali anak tersebut, sadarkan mereka
(b.) Berikan informasi ttg cara penanganan anak yg terpapar pornografi sebagaimana disebut pada jawaban pertanyaan nomor 1 di atas.
(3) Adakah batasan waktu anak didepan layar, sehingga dikategorikan 'sudah terpapar pornografi'?
Jawaban :
Terpapar berarti terkena, terkadang digunakan untuk dalam waktu lama atau terus menerus. Misalnya terpapar sinar matahari, berarti terkena sinar matahari. Atau terpapar radiasi, yang berarti terkena radiasi.
Kesimpulannya, tidak ada batasan waktu. Hanya saja otak anak-anak seperti spons, mereka mampu mengingat apa yang mereka lihat walaupun hanya sekilas.
Dengan demikian bagi anak-anak yang melihat pornografi sekilas pun, bisa termasuk dalam kategori 'sudah terpapar pornografi'.
Wednesday, October 3, 2018
Menekan Pelecehan Seksual Pada Remaja Dengan Tarbiyah Jinsiyah
Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah manusia. Islam memberikan panduan dalam setiap perilaku & perbuatan, ada yang bersifat petunjuk (preventif), kuratif atau pun yang bersifat rehabilitatif. Islam memandang persoalan perilaku manusia adalah integralistik, bukan saja merupakan tanggung jawab suatu disiplin ilmu tertentu atau dalil tertentu, melainkan suatu proses rekayasa sosial yang lebih luas
Tarbiyah Jinsiyah menurut konsep Islam adalah upaya mendidik nafsu syahwat sesuai dengan nilai-nilai Islam, sehingga ia menjadi nafsu yang dirahmati Allah, dengan tujuan terbentuknya sakinah, mawaddah wa rahmah dalam sebuah rumah tangga yang mampu mendidik keturunannya untuk mentaati perintah Allah swt, sehingga manusia terbebas dari perbuatan zina.
Tarbiyah Jinsiyah & Sex education versi Barat
❖ Pendidikan seks pola Islam mengacu kepada pendidikan akhlak dan adab yang
berlandaskan kepada keimanan dan syariat/ aturan yang berasal dari Allah SWT.
❖ Sex Education versi Barat hanya mengajarkan "seksualitas yang sehat" meliputi: seks secara anatomis, fisiologis dan psikologis saja. Misal, cara mencegah
kehamilan, tidak aborsi dsb.
Tarbiyah jinsiyah meliputi tiga hal, yaitu:
1. Reproduksi
2. Thaharah
3. Aurat
Target dari tarbiyah jinsiyah adalah kesucian, maka harus dilakukan dengan cara yang baik dan benar, serta sesuai dengan tahapan usia/perkembangan anak-anak.
Tarbiyah jinsiyah dimulai dari pendidikan dalam keluarga, sebelum keluarga itu
menyerahkannya kepada para pendidik (sekolah umum) dan lingkungan. Dari orang tualah anak kita akan memahami dan memiliki wawasan apa yang disebut dengan syahwat.
Firman Allah SWT : "Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa-apa yang
diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak,
kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di
dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik " (QS Ali Imran: 14)
Ada 15 Konsep Tarbiyah Jinsiyah yang harus diajarkan kepada anak kita
10 Kaidah Tarbiyah Jinsiyah
Fase Tarbiyah Jinsiyah sesuai Perkembangan Anak
1. Usia 0-2 tahun (fase penyusuan)
Adzan -khitan (sunat) catatan: untuk anak perempuan disarankan sebelum usia
2 tahun, untuk anak laki-laki batas maksimal sebelum baligh Salah satu hal
yang juga perlu diperhatikan oleh tiap orangtua ialah mensyukuri apapun jenis
kelamin anak kita dan perlakukan mereka sesuai dengan jenis kelamin anak.
2. Usia 2-5 (prasekolah)
Menanamkan iman menanamkan kesabaran menumbuhkan rasa malu (menjaga aurat, orangtua memberi teladan dan membiasakan berpakaian yang menutup aurat, mengetahui bagian tubuh yang boleh-tidak boleh disentuh) mengajarkan thaharah (bersuci), mengenal adab istinja, toilet training harus sudah tuntas.
(note: perhatikan cara toilet training, anak tidak diperkenankan melihat aurat
orangtua untuk belajar BAK/BAB di kamar mandi) memahami perbedaan jenis
kelamin.
3. Usia 5-10 (Tamyiz: dapat membedakan baik/buruk)
Adab izin Izin masuk kamar di tiga waktu, yaitu: sebelum shalat fajar, tengah
hari, setelah shalat Isya' (pelajari QS. An-Nur ayat 58-59), izin masuk ke rumah
orang lain (ketuk pintu maksimal 3x, tidak melongok ke dalam rumah, pulang
jika tidak ada jawaban, dst). memisahkan tempat tidur anak (anak tidak tidur
dalam satu tempat tidur dan juga tidak tidur dalam satu selimut) memperjelas
perbedaan laki-laki dan perempuan (peran, hak, dan kewajiban dalam Islam).
Biasakan tertib mandi, jaga aurat, Ajarkan percaya akan perasaannya sendiri
ketika tidak nyaman dengan orang lain, Latih berani berkata “tidak”, Yakinkan
anak berbagi rahasia dengan kita.
Kedekatan paralel : mempertegas identitas sebagai laki-laki / perempuan
Egosentris / individualitas anak bertemu dengan fitrah seksualnya
4. Usia 10-14 (baligh)
a. Menundukkan pandangan (perhatikan etika melihat mahram, etika
melihat non mahram, etika melihat sesama jenis, etika perempuan non
muslim melihat muslimah, etika melihat aurat anak kecil, keadaan2
terpaksa yang diperbolehkan melihat, etika melihat untuk tujuan
pengobatan).
b. Mewajibkan penggunakan hijab bagi anak perempuan.
c. Melarang tabarruj (berdandan berlebihan untuk menarik perhatian).
d. Melarang ikhtilath (berbaur laki-laki dan perempuan) dan khalwat
(berduaan antara laki-laki dengan perempuan).
e. Kesempatan emas (golden opportunity). Jelaskan organ reproduksi dan
simulasi tanda baligh.
i. Gunakan buah pisang dan dua tomat untuk menjelaskan penis dan
dua testis. Gunakan larutan tepung kental untuk menjelaskan
ciri-ciri mani.
ii. Gunakan buah pear dan dua anggur untuk menjelaskan vagina dan
dua ovarium. Gunakan cairan warna merah untuk menjelaskan
darah menstruasi. Beri tahu cara membersihkan pembalut.
f. Anak laki-laki lebih didekatkan ke ibu, begitu juga sebaliknya. Ini merupakan rujukan pengalaman interaksi sehat yang pertama dengan
lawan jenis.
g. Pisah kamar tidur.
h. Puncak perubahan hormonal (muncul ketertarikan).
i. Latih kepekaan selektif dalam bergaul.
j. Jelaskan kelainan dan penyakit seksual.
k. Bahas seputar perkawinan.
l. Ajari adab menahan diri dan nafsu dengan berpuasa dn banyak membaca
Al-Qur’an.
m. Diskusikan tentang bahaya pacaran.
n. Ajari bijak memakai sosial media dan gadget.
o. Asah bakat menuju produktivitas.
Alangkah baiknya jika pendidikan seksual ini selaras dengan Al- Qur'an dan sunnah.
Dengan demikian, diharapkan setiap keluarga muslim mampu memahami dan
mempraktikkan tarbiyah jinsiyah agar tercipta generasi soleh-solehah yang malu pada pencipta-Nya sehingga tak ada lagi berbagai macam kasus yang tak sesuai dengan
syariat.
Tarbiyah Jinsiyah menurut konsep Islam adalah upaya mendidik nafsu syahwat sesuai dengan nilai-nilai Islam, sehingga ia menjadi nafsu yang dirahmati Allah, dengan tujuan terbentuknya sakinah, mawaddah wa rahmah dalam sebuah rumah tangga yang mampu mendidik keturunannya untuk mentaati perintah Allah swt, sehingga manusia terbebas dari perbuatan zina.
Tarbiyah Jinsiyah & Sex education versi Barat
❖ Pendidikan seks pola Islam mengacu kepada pendidikan akhlak dan adab yang
berlandaskan kepada keimanan dan syariat/ aturan yang berasal dari Allah SWT.
❖ Sex Education versi Barat hanya mengajarkan "seksualitas yang sehat" meliputi: seks secara anatomis, fisiologis dan psikologis saja. Misal, cara mencegah
kehamilan, tidak aborsi dsb.
Tarbiyah jinsiyah meliputi tiga hal, yaitu:
1. Reproduksi
2. Thaharah
3. Aurat
Target dari tarbiyah jinsiyah adalah kesucian, maka harus dilakukan dengan cara yang baik dan benar, serta sesuai dengan tahapan usia/perkembangan anak-anak.
Tarbiyah jinsiyah dimulai dari pendidikan dalam keluarga, sebelum keluarga itu
menyerahkannya kepada para pendidik (sekolah umum) dan lingkungan. Dari orang tualah anak kita akan memahami dan memiliki wawasan apa yang disebut dengan syahwat.
Firman Allah SWT : "Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa-apa yang
diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak,
kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di
dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik " (QS Ali Imran: 14)
Ada 15 Konsep Tarbiyah Jinsiyah yang harus diajarkan kepada anak kita
10 Kaidah Tarbiyah Jinsiyah
Fase Tarbiyah Jinsiyah sesuai Perkembangan Anak
1. Usia 0-2 tahun (fase penyusuan)
Adzan -khitan (sunat) catatan: untuk anak perempuan disarankan sebelum usia
2 tahun, untuk anak laki-laki batas maksimal sebelum baligh Salah satu hal
yang juga perlu diperhatikan oleh tiap orangtua ialah mensyukuri apapun jenis
kelamin anak kita dan perlakukan mereka sesuai dengan jenis kelamin anak.
2. Usia 2-5 (prasekolah)
Menanamkan iman menanamkan kesabaran menumbuhkan rasa malu (menjaga aurat, orangtua memberi teladan dan membiasakan berpakaian yang menutup aurat, mengetahui bagian tubuh yang boleh-tidak boleh disentuh) mengajarkan thaharah (bersuci), mengenal adab istinja, toilet training harus sudah tuntas.
(note: perhatikan cara toilet training, anak tidak diperkenankan melihat aurat
orangtua untuk belajar BAK/BAB di kamar mandi) memahami perbedaan jenis
kelamin.
3. Usia 5-10 (Tamyiz: dapat membedakan baik/buruk)
Adab izin Izin masuk kamar di tiga waktu, yaitu: sebelum shalat fajar, tengah
hari, setelah shalat Isya' (pelajari QS. An-Nur ayat 58-59), izin masuk ke rumah
orang lain (ketuk pintu maksimal 3x, tidak melongok ke dalam rumah, pulang
jika tidak ada jawaban, dst). memisahkan tempat tidur anak (anak tidak tidur
dalam satu tempat tidur dan juga tidak tidur dalam satu selimut) memperjelas
perbedaan laki-laki dan perempuan (peran, hak, dan kewajiban dalam Islam).
Biasakan tertib mandi, jaga aurat, Ajarkan percaya akan perasaannya sendiri
ketika tidak nyaman dengan orang lain, Latih berani berkata “tidak”, Yakinkan
anak berbagi rahasia dengan kita.
Kedekatan paralel : mempertegas identitas sebagai laki-laki / perempuan
Egosentris / individualitas anak bertemu dengan fitrah seksualnya
4. Usia 10-14 (baligh)
a. Menundukkan pandangan (perhatikan etika melihat mahram, etika
melihat non mahram, etika melihat sesama jenis, etika perempuan non
muslim melihat muslimah, etika melihat aurat anak kecil, keadaan2
terpaksa yang diperbolehkan melihat, etika melihat untuk tujuan
pengobatan).
b. Mewajibkan penggunakan hijab bagi anak perempuan.
c. Melarang tabarruj (berdandan berlebihan untuk menarik perhatian).
d. Melarang ikhtilath (berbaur laki-laki dan perempuan) dan khalwat
(berduaan antara laki-laki dengan perempuan).
e. Kesempatan emas (golden opportunity). Jelaskan organ reproduksi dan
simulasi tanda baligh.
i. Gunakan buah pisang dan dua tomat untuk menjelaskan penis dan
dua testis. Gunakan larutan tepung kental untuk menjelaskan
ciri-ciri mani.
ii. Gunakan buah pear dan dua anggur untuk menjelaskan vagina dan
dua ovarium. Gunakan cairan warna merah untuk menjelaskan
darah menstruasi. Beri tahu cara membersihkan pembalut.
f. Anak laki-laki lebih didekatkan ke ibu, begitu juga sebaliknya. Ini merupakan rujukan pengalaman interaksi sehat yang pertama dengan
lawan jenis.
g. Pisah kamar tidur.
h. Puncak perubahan hormonal (muncul ketertarikan).
i. Latih kepekaan selektif dalam bergaul.
j. Jelaskan kelainan dan penyakit seksual.
k. Bahas seputar perkawinan.
l. Ajari adab menahan diri dan nafsu dengan berpuasa dn banyak membaca
Al-Qur’an.
m. Diskusikan tentang bahaya pacaran.
n. Ajari bijak memakai sosial media dan gadget.
o. Asah bakat menuju produktivitas.
Alangkah baiknya jika pendidikan seksual ini selaras dengan Al- Qur'an dan sunnah.
Dengan demikian, diharapkan setiap keluarga muslim mampu memahami dan
mempraktikkan tarbiyah jinsiyah agar tercipta generasi soleh-solehah yang malu pada pencipta-Nya sehingga tak ada lagi berbagai macam kasus yang tak sesuai dengan
syariat.
Friday, September 28, 2018
Tantangan Orangtua Millenial
Banyak terjadi kasus kekerasan seksual, anak kecanduan gadget, LGBT.
Apa penyebabnya?
Salah satunya adalah Kurangnya peran keluarga
*Peran Keluarga*
Peran keluarga adalah mendidik generasi memiliki kemampuan berfikir, memilih, dan mengambil keputusan.
_Kita tidak akan selalu bisa membentengi anak, ajarkan anak menyusun bentengnya sendiri_
Kata kunci untuk melatih kemampuan berfikir adalah memberikan penjelasan terhadap sesuatu.
Penjelasan diberikan Saat suasana santai, bukan saat kejadian tertentu sedang berlangsung atau saat emosi kita meluap.
Contoh nyata, ketika di rumah anak mendapatkan pemahaman bahwa ia tidak boleh main game yang mengandung konten kekerasan dan pornografi, namun teman-temannya setiap hari mengajaknya dan tidak segan-segan mengejeknya karena tidak mau diajak main game bareng. Anak kita dibilang ‘cupu’ dan ‘ga gaul’ karena tidak mengikuti perkembangan dan obrolan teman-temannya.
Pada saatnya nanti, anak kita pasti pernah ada di situasi benturan pemikiran seperti ini dan secara emosi tidak nyaman rasanya. Maka, kita perlu terus mendampingi dan membekali anak kita sejak awal agar ia memiliki ketahanan prinsip, tidak asal ikut-ikutan.
Kedua adalah belum adanya pemahaman fitrah seksualitas sejak dini
Bagaimana solusinya?
Ayah Si Raja Tega, Ibu Si Pembasuh Luka
Salah satu fitrah yang dibawa oleh manusia sejak lahir adalah fitrah seksualitas.
Setiap anak dilahirkan dengan jenis kelamin lelaki dan perempuan. Bagi manusia, jenis kelamin atau gender ini akan berkembang menjadi peran seksualitasnya.
Bagi anak perempuan akan menjadi peran keperempuanan dan kebundaan sejati.
Bagi anak lelaki menjadi peran kelelakian dan keayahan sejati.
Menumbuhkan Fitrah ini banyak tergantung pada kehadiran Orang tua dan mendidik fitrah seksualitas ini memerlukan kedekatan yang berbeda beda untuk tiap tahap.
Peran Ibu dan Ayah
Wahai para Ayah, jadikanlah lisan anda sakti dalam narasi kepemimpinan dan cinta, jadikanlah tangan anda sakti dalam urusan kelelakian dan keayahan.
Ayah harus jadi lelaki pertama yang dikenang anak anak lelakinya dalam peran seksualitas kelelakiannya.
Wahai para ibu jadikanlah tangan anda sakti dalam merawat dan melayani, lalu jadikanlah kaki anda sakti dalam urusan keperempuanan dan keibuan.
#bundasayang
#fitrahseksualitas
#level11
Setiap anak dilahirkan dengan jenis kelamin lelaki dan perempuan. Bagi manusia, jenis kelamin atau gender ini akan berkembang menjadi peran seksualitasnya.
Bagi anak perempuan akan menjadi peran keperempuanan dan kebundaan sejati.
Bagi anak lelaki menjadi peran kelelakian dan keayahan sejati.
Menumbuhkan Fitrah ini banyak tergantung pada kehadiran Orang tua dan mendidik fitrah seksualitas ini memerlukan kedekatan yang berbeda beda untuk tiap tahap.
Peran Ibu dan Ayah
Wahai para Ayah, jadikanlah lisan anda sakti dalam narasi kepemimpinan dan cinta, jadikanlah tangan anda sakti dalam urusan kelelakian dan keayahan.
Ayah harus jadi lelaki pertama yang dikenang anak anak lelakinya dalam peran seksualitas kelelakiannya.
Wahai para ibu jadikanlah tangan anda sakti dalam merawat dan melayani, lalu jadikanlah kaki anda sakti dalam urusan keperempuanan dan keibuan.
#bundasayang
#fitrahseksualitas
#level11
5 Cara Asik mengenalkan Fitrah Seksualitas Pada Anak Usia Dini
Mengapa usia dini? Sebab berkenaan dengan ini harus dilakukan sedini mungkin. ketika si anak mulai tertarik dan bertanya.
B. Anak mengerti perilaku atas identitasnya, anak memahami dari cara berjalan, cara berpakaian, jenis pekerjaan yang sesuai dengan identitasnya → needs ROLE MODEL
PENDIDIKAN SEKS tidak sama dengan FITRAH SEKSUALITAS. Pendidikan seks adalah tentang bagaimana organ kelamin bekerja, prosesnya, hubungan seksual, tingkah laku, dan aspek kesehatan.
Sedangkan fitrah seksualitas adalah sebuah penyikapan akan takdir jenis kelamin yang Allah berikan.
Manusia adalah makhluk hormonal. Ada hormon kelaki-lakian yang familiar disebut testosteron dan hormon kewanitaan, estrogen-progesteron. Setiap manusia memilikinya. Tinggal mana yang lebih dominan. Pada beberapa kelainan hormon, laki-laki jadi feminim karena kelebihan estrogen. Sebaliknya pun ada. Ajaibnya, hal ini bisa dinafikkan dengan penyadaran akan fitrah seksualitasnya. Itulah mengapa betapa pentingnya fitrah ini, bukan?
Tujuan Pencapaian:
A. Anak mengerti identitas seksualnya→ laki-laki atau perempuan.
A. Anak mengerti identitas seksualnya→ laki-laki atau perempuan.
B. Anak mengerti perilaku atas identitasnya, anak memahami dari cara berjalan, cara berpakaian, jenis pekerjaan yang sesuai dengan identitasnya → needs ROLE MODEL
👨 _Fitrah peran ayah_
✩Penanggung jawab pendidikan
✩Man of vision and mission
✩Sang ego dan individualitas
✩Pembangun sistem berpikir
✩Suplier maskulinitas
✩Penegak profesionalisme
✩Konsultan pendidikan
✩The person of “tega”
✩Penanggung jawab pendidikan
✩Man of vision and mission
✩Sang ego dan individualitas
✩Pembangun sistem berpikir
✩Suplier maskulinitas
✩Penegak profesionalisme
✩Konsultan pendidikan
✩The person of “tega”
👩 _Fitrah peran ibu_
♡Pelaksana harian pendidikan
♡Person of love and sincerity
♡Sang harmoni dan sinergi
♡Pemilik moralitas dan nurani
♡Suplier femininitas
♡Pembangun hati dan rasa
♡Berbasis pengorbanan
♡Sang “pembasuh luka”
♡Pelaksana harian pendidikan
♡Person of love and sincerity
♡Sang harmoni dan sinergi
♡Pemilik moralitas dan nurani
♡Suplier femininitas
♡Pembangun hati dan rasa
♡Berbasis pengorbanan
♡Sang “pembasuh luka”
C. Anak bisa melindungi dirinya dari kejahatan seksual. Anak tahu mana bagian yg boleh disentuh dan yang tidak oleh dirinya dan orang lain (area pribadi), anak berani dan bisa berkata TIDAK/ NO..NO..NO..
Cara Asik Mengenalkan Fitrah Seksualitasnya adalah :
1. Permainan
a. Puzzle bagian tubuh laki-laki.
Gunakan istilah sebenarnya untuk alat kelamin pria (penis).
b. Puzzle bagian tubuh perempuan.
Gunakan istilah sebenarnya untuk alat kelamin perempuan (vagina)
c. Berkunjung ke IMERI/iMuseum FKUI, Salemba, Jakarta Pusat
2. Lagu
a. Puzzle bagian tubuh laki-laki.
Gunakan istilah sebenarnya untuk alat kelamin pria (penis).
b. Puzzle bagian tubuh perempuan.
Gunakan istilah sebenarnya untuk alat kelamin perempuan (vagina)
c. Berkunjung ke IMERI/iMuseum FKUI, Salemba, Jakarta Pusat
2. Lagu
• Misalnya: lagu kepala pundak lutut kaki sebagai trigger anatomi tubuh.
• Bila anak bertanya tentang organ intim, jelaskan
apa adanya sepemahaman mereka. Lebih baik ia
tahu dari orang tua daripada sumber lain yang dapat menyebabkan salah paham, kan.
3. Buku
☘Allah Ciptakan Tubuhku by Amalia. Kartika Sari
☘Aku Anak yang Berani by Watiek Ideo
☘Tubuh Kita by WWP
☘Ada Apa dengan Tubuhku by Linda Madras (>10 th)
☘My Pals are Here Science 3A by Marshall Cavendish
☘Ensiklopedia Junior Tubuh Manusia by. Emilie Beaumont
☘Aku Anak Laki-Laki by R. Arifin. Nugroho
4. Video
Identitas
YouTube: Mari Nyanyi
https://youtu.be/tIZc0Ki9wRk
Mengenal Sentuhan by Sri Seskya Situmorang
YouTube: Ellya Pradytya
https://youtu.be/878HzqGwWp8
5. Dongeng dan Role Play
• Mendongeng peran ayah sebagai laki-laki
dengan suara besar dan ibu sebagai wanita
dengan suara yang lebih merdu didengar.
Ayah bekerja di luar dan ibu mayoritas
mengasuh anak-anak penuh kelembutan.
• Role play jenis pekerjaan yang sesuai dengan
laki-laki atau perempuan.
Misal: tentara sebaiknya laki-laki karena
menuntut sisi maskulin tinggi.
Pengasuh bayi sebaiknya perempuan karena
menuntut sisi feminim tinggi.
Bisakah sebaliknya? Bisa saja namun hasil akan beda
• Bila anak bertanya tentang organ intim, jelaskan
apa adanya sepemahaman mereka. Lebih baik ia
tahu dari orang tua daripada sumber lain yang dapat menyebabkan salah paham, kan.
3. Buku
☘Allah Ciptakan Tubuhku by Amalia. Kartika Sari
☘Aku Anak yang Berani by Watiek Ideo
☘Tubuh Kita by WWP
☘Ada Apa dengan Tubuhku by Linda Madras (>10 th)
☘My Pals are Here Science 3A by Marshall Cavendish
☘Ensiklopedia Junior Tubuh Manusia by. Emilie Beaumont
☘Aku Anak Laki-Laki by R. Arifin. Nugroho
4. Video
Identitas
YouTube: Mari Nyanyi
https://youtu.be/tIZc0Ki9wRk
Mengenal Sentuhan by Sri Seskya Situmorang
YouTube: Ellya Pradytya
https://youtu.be/878HzqGwWp8
5. Dongeng dan Role Play
• Mendongeng peran ayah sebagai laki-laki
dengan suara besar dan ibu sebagai wanita
dengan suara yang lebih merdu didengar.
Ayah bekerja di luar dan ibu mayoritas
mengasuh anak-anak penuh kelembutan.
• Role play jenis pekerjaan yang sesuai dengan
laki-laki atau perempuan.
Misal: tentara sebaiknya laki-laki karena
menuntut sisi maskulin tinggi.
Pengasuh bayi sebaiknya perempuan karena
menuntut sisi feminim tinggi.
Bisakah sebaliknya? Bisa saja namun hasil akan beda
#bundasayang
#fitrahseksualitas
#level11
#fitrahseksualitas
#level11
Mengenalkan konsep aurat pada anak usia dini
Salah satu bagian penting dalam
menumbuhkan fitrah seksualitas pada anak adalah mengenalkan konsep aurat pada anak.
menumbuhkan fitrah seksualitas pada anak adalah mengenalkan konsep aurat pada anak.
Jadi, Apa sih Aurat itu?
Aurat adalah suatu anggota badan yang tidak boleh ditampakkan dan diperlihatkan oleh lelaki
atau perempuan kepada orang lain.
Bagi umat Islam, dalil menutup aurat tercantum dalam Q.S. An Nur: 30-31.
Dalam Konteks Apa Aurat Anak Boleh Dilihat dan Disentuh?
❖ Saat ayah, ibu, atau pengasuh membantu anak mandi.
❖ Saat ayah, ibu, atau pengasuh membantu membersihkan kotoran saat BAK dan BAB
(untuk balita).
❖ Saat dokter sedang memeriksa bagian tubuh yang sakit.
Tips Mengenalkan Konsep Aurat Pada Anak Usia Dini
Usia 0-2 tahun
❖ Tidak mengumbar aurat anak di sembarang tempat. Upayakan membersihkan tubuh
anak di tempat tertutup atau dihalangi oleh selembar kain.
❖ Jaga aurat orang tua dari pandangan anak. Pada masa menyusui, anak hanya berhak
melihat aurat ibu bagian atas (payudara).
❖ Tidak melakukan hubungan seksual di hadapan anak.
Usia 2-6 Tahun
❖ Kenalkan nama-nama bagian tubuh, termasuk area pribadi, dengan menggunakan istilah
ilmiah (mis: vagina, penis, payudara) dan syar'i (mis: aurat).
❖ Jelaskan bahwa area tubuh pribadi (aurat) tidak boleh ditampakkan atau disentuh oleh
orang lain, kecuali dalam kondisi khusus.
❖ Saat toilet training, jelaskan pada anak siapa-siapa saja yang boleh membantu mereka
membersihkan diri.
❖ Secara perlahan, ajarkan anak untuk membersihkan dan merawat tubuh mereka sendiri.
❖ Saat anak sudah lulus toilet training, ajarkan mereka untuk tidak masuk toilet
bersama orang lain.
❖ Ajarkan anak untuk merasa malu bila auratnya terlihat oleh orang lain.
❖ Manfaatkan momen-momen potensial berikut untuk menjelaskan tentang aurat pada
anak:
➢ Saat memandikan dan memakaikan baju pada anak
➢ Saat membantu anak membersihkan diri setelah buang air besar atau kecil
➢ Saat anak bertanya
❖ Gunakan beragam metode untuk menjelaskan konsep aurat, diantaranya:
➢ Mendongeng
➢ Memberi penjelasan dengan bantuan . media gambar atau film
➢ Membacakan buku yang relevan
➢ Praktek membersihkan diri
➢ Praktek memakai pakaian yang menutup aurat.
❖ Contoh film yang bisa dimanfaatkan untuk mengedukasi anak mengenai aurat:
https://www.youtube.com/watch?v=2ftI_EvxWmM
#bundasayang
#fitrahseksualitas
#level11
Adab Berpakaian
Fitrah seksualitas memang harus dikenalkan sejak dini karena mempunyai pengaruh yang besar terhadap seluruh aspek kehidupan si anak.
Berikut ini membahas berkaitan dengan adab berpakaian.
#bundasayang
#fitrahseksualitas
#level11
Berikut ini membahas berkaitan dengan adab berpakaian.
#bundasayang
#fitrahseksualitas
#level11
Subscribe to:
Posts (Atom)

















