Showing posts with label #day6. Show all posts
Showing posts with label #day6. Show all posts

Sunday, March 29, 2020

Kecil ke besar

Hari ini kaka N repot minta ummi untuk memompa balon yang kemarin dibeli.

Akhirnya ummi mencari-cari si pompa yang menghilang di gudang atas. Sudah dibongkarpun tidak ketemu. Ternyata nyelip ditangga😅

Setelah dipompa 4 buah balon, kaka sama adek sibuk memilih mana yang besar dan buat siapa, lalu mana yang kecil dan buat siapa.

Nah, ummi jadi dapat ide. Langsung aja ummi minta kaka N untuk mengurutkan si balon dari yang kecil, sedang dan besar.

Lihat deh kelakuan kaka N



Eh, adek N juga minta ikutan main ini. Ummi pinjam balon dari kaka N. Karena adek n masih kecil dan tidak bingung dengan intruksinya. Balon buat adek N hanya 3 buah.

Lihat deh gayanya, ngikutin gaya Kaka N 😂


Semangat bermain sambil belajar ya nak..

Yang mau lihat keseruan kaka N dan adik N secara lengkap, bisa lihat videonya disini
1. Video kaka N
2. Video Adik N

Friday, September 28, 2018

Tantangan Orangtua Millenial

Banyak terjadi kasus kekerasan seksual,  anak kecanduan gadget, LGBT.

Apa penyebabnya?
Salah satunya adalah Kurangnya peran keluarga

*Peran Keluarga*

Peran keluarga adalah mendidik generasi memiliki kemampuan berfikir, memilih, dan mengambil keputusan. 

_Kita tidak akan selalu bisa membentengi anak, ajarkan anak menyusun bentengnya sendiri_

Kata kunci untuk melatih kemampuan berfikir adalah memberikan penjelasan terhadap sesuatu. 

Penjelasan diberikan Saat suasana santai, bukan saat kejadian tertentu sedang berlangsung atau saat emosi kita meluap.

Contoh nyata, ketika di rumah anak mendapatkan pemahaman bahwa ia tidak boleh main game yang mengandung konten kekerasan dan pornografi, namun teman-temannya setiap hari mengajaknya dan tidak segan-segan mengejeknya karena tidak mau diajak main game bareng. Anak kita dibilang ‘cupu’ dan ‘ga gaul’ karena tidak mengikuti perkembangan dan obrolan teman-temannya.

Pada saatnya nanti, anak kita pasti pernah ada di situasi benturan pemikiran seperti ini dan secara emosi tidak nyaman rasanya. Maka, kita perlu terus mendampingi dan membekali anak kita sejak awal agar ia memiliki ketahanan prinsip, tidak asal ikut-ikutan.

Kedua adalah belum adanya pemahaman fitrah seksualitas sejak dini

Bagaimana solusinya? 




LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...